Selasa, 21 Februari 2012

Cara memiliki yang orang lain tidak miliki dan anda sudah memilikinya tanpa sadar!


Jika anda sudah memiliki sesuatu yang orang lain tidak memilikinya maka bersyukurlah , karena anda sudah mengetahui rahasianya untuk mendapatkan sesuatu yang orang lain tidak mendapatkannya. Atau jika belum tahu , anda hanya belum sadar anda mengetahuinya. Tapi jangan cepat berpuas diri dulu , karena ketika anda tidak dapat menerjemahkan kebiasaan anda menjadi suatu kata sifat yang harus anda jaga karena milik anda , anda tidak akan mendapatkan apa – apa dari kebiasaan “aneh” anda. Perhatikan dengan seksama dan kenalilah diri anda.
Jangan dikira seseorang yang demikian pandainya atau demikian ahlinya dalam suatu bidang, kemudian dia sudah bisa merasa yakin bahwa masa depannya akan gemilang dan kehidupannya akan terjamin karena ia bisa memastikan akan bisa bekerja di tempat yang diinginkan dan dengan kesejahteraan yang diinginkan pula. Perlu diketahui, sekarang bukan saatnya membuat otak kita semakin pintar , atau memiliki keahlian yang luar biasa dalam suatu bidang sehingga kita dianggap orang hebat. Kenapa saya bilang demikian? Karena memang kenyataannya kita perlu menginstal ulang otak kita. Kita perlu menginstal ulang software dalam diri kita (software akan dibahas pada bab lain). Software yang konon sangat diperlukan oleh badan kita yang menurut Kazuo Murakami Phd seorang pakar genetika dari Jepang mengatakan, Dalam setiap 1 kg berat tubuh manusia terdapat kode genetik yang tersusun lebih dari 3 milyar “huruf – huruf kimia” yang tersimpan dalam DNA yang berbentuk heliks. Hal ini menjelaskan bahwa fisik manusia merupakan hardware atau perangkat super canggih yang pernah diciptakan di muka bumi. Otak manusia jika diukur dengan computer, adalah sama kapasitasnya dengan sebuah computer tercanggih buatan manapun sebesar gedung berlantai 20. Jadi bisa dibayangkan seberapa penting software tersebut.
Dalam bahasan ini belum akan dibahas mengenai sofwtware diatas. Saya akan sedikit bercerita sejauh yang saya ingat. Saat itu usiaku menginjak 10 tahun. Bersekolah di daerah pedesaan yang masih asri, penuh dengan pepohonan ketela pohon dan beberapa tanaman tebu. Seperti biasa , keluar dari rumah dengan menggunakan sepatu yang waktu itu merknya All England (sekarang masih ada nggak yha merk itu?) menuju lokasi sekolah yang kurang lebih jaraknya 500m dari rumah dengan berjalan kaki. Kadang saya bertanya dalam hati , sepatunya kok namanya All England? Kenapa nggak All Indonesia? Perasaanku waktu itu tanpa mempedulikan ujung kata hatiku tersebut.
Kadang – kadang , karena sepatu yang terlalu berat dan jalan juga becek, aku lebih memilih menjinjing sepatuku dan beralaskan kaki untuk berjalan menuju sekolah dasar negeri meteseh 04, Boja. Bukan itu saja , sambil menuju sekolah aku sering kali menyepak batu kerikil yang ada dijalan, kemudian aku sepak sampai halaman sekolah. Padahal jalan menuju sekolah selain tanah yang bergelombang , juga ada tanjakan dan jalan yang menurun, bahkan harus lompat parit. Perasaanku waktu itu , jika sudah bisa menyepak batu ini sampai halaman sekolah rasanya puas sekali. Karena melewati jalanan yang becek, menurun , menanjak dan melewati parit – parit itu tadi. Saya waktu itu tidak berpikir apapun tentang masadepan. Ketika batu yang aku sepak tadi berhenti karna nyangkut di suatu tempat atau rerumputan , dengan sabar aku berusaha mengembalikan ke jalanan yang datar dan lapang. Saat itu aku tidak menyadari apakah kebiasaanku itu juga dikerjakan anak – anak yang lain atau tidak. Yang pasti , saya hanya tahu batu kerikil itu nanti akan sampai dihalaman sekolah.
Sama seperti ketika menjalani proses belajar – mengajar di sekolah, saya tidak pernah berpikir apakah saya harus meraih nilai yang bagus atau tidak (karena memang kenyataannya) tidak pernah mendapatkan nilai yang begitu memuaskan. J (memang dasarnya payah). Tapi dalam kehidupan proses belajar – mengajar, saya hanya mengerjakan yang diperintahkan guru dan tidak mengerjakan apa – apa yang dilarang (kecuali menyontek, karena rame - rame) karena waktu itu saya anggap gurulah yang lebih mampu memprediksi masadepan murid - muridnya. Ingin sekali saya menyampaikan , jangan karna jabatannya adalah hanya seorang guru sekolah dasar, lalu anda melupakannya atau justru tidak ingat namanya. Perlu diketahui , Negara manapun yang memiliki perekonomian yang kuat dan besar dan rakyatnya hidup makmur selalu menjunjung tinggi keberadaan guru , lebih – lebih guru sekolah dasar yang tulus mengajarkan tentang cara – cara menapaki tangga diawal kehidupan yang sebenarnya. Dan selalu memberikan penjelasan yang sangat mudah , karena memang tugasnya menjelaskan sesuatu hal yang sulit. Sayapun sedikit mendapat perhatian mengenai kebiasaan saya yang agak aneh, yaitu menyepak batu dari depan rumah sampai halaman sekolah, dan itu terjadi berkali – kali tanpa saya sadar yang akhirnya dijelaskan dengan kata – kata yang mudah oleh guru – guru tersebut diatas. Saya ada pengalaman ketika menjalankan bisnis Multilevel Marketing atau yang disebut MLM. Kebanyakan orang anti dengan kata berikut. Padahal orang tersebut bahkan tidak mengerti maksudnya. Tapi saya tidak akan membicarakan mengenai MLM (karena saya sendiri merasa gagal disuatu bisnis MLM) , untung yang mendampingi saya berhasil di bisnis MLM yang lain.  Melainkan saya pernah mendengar perkataan sebagai berikut “kerjakan apa yang orang lain tidak kerjakan , lalu milikilah apa yang orang lain tidak miliki”.
Saya baru sadar dan terbelalak mendengar perkataan itu . Saya baru mengerti hikmah yang terkandung dari kebiasaan aneh saya ketika kecil. Yaitu , saya tidak pernah merelakan waktu sedikitpun ketika dilanda kesulitan untuk tidak berusaha memecahkan kesulitan tersebut dan terus fokus pada tujuan akhir. Untuk itu , saya berkesimpulan, anda semua segeralah menemukan kebiasaan atau saya katakan lebih halusnya temukan potensi anda yang tidak dimiliki orang lain , latih , latih dan latihlah sampai anda benar – benar tidak mampu berlatih kembali alias mati. Sadar atau tidak didalam perjalanan tersebut anda memiliki yang orang lain tidak miliki, maka segera sadarilah itu. Tidak berlaku lagi kalimat “rumput tetangga lebih hijau , tapi yang berlaku rumput kita lebih hijau dan terawat”. Pada judul tersebut saya akhiri dengan nasehat seorang tokoh yang sangat luar biasa. Beliau seorang pemimpin dari yang dipimpinnya yaitu Imam Al Ghazali menyampaikan nasehat yang berbunyi “Ketahuilah wahai kekasih , manusia tidak diciptakan dengan main – main atau dengan serampangan, namun diciptakan secara mengagumkan untuk tujuan yang mulia. Maka belajar dan berlatihlah sampai tidak dapat belajar dan berlatih lagi kemudian bagikanlah sampai tidak dapat berbagi lagi , dan perhatikan baik – baik kebahagiaan apa yang akan kau dapatkan yang orang lain tidak dapatkan.
Bahasanya Barrack Husein Obama , YES WE CAN ! !   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar